Beberapa elit partai NasDem di Sulawesi Tengah mengikuti jejak Ahmad Ali dengan mengundurkan diri dari posisi mereka di kepengurusan. Peristiwa pengunduran diri ini tercatat terjadi pada 4 Agustus 2026 dan memicu perhatian publik di tingkat provinsi.

Nama-nama pengurus yang menyatakan mundur mencakup sejumlah posisi penting di DPW NasDem Sulawesi Tengah. Di antaranya adalah Ferry Anwar selaku sekretaris, M Fahruddin Yunus sebagai bendahara, serta Hadijah Hanamah yang menjabat Bendahara Bidang Pengelolaan Dana dan Aset. Selain itu, keputusan mundur juga datang dari beberapa wakil ketua bidang: Masrifan Ranroe Muchsen (Bidang Hubungan Legislatif), Viktor (Bidang Digital dan Siber), dan Salahudin (Bidang Media dan Komunikasi Publik).
Ikuti Jejak Ahmad Ali: Rangkaian Pengunduran Diri
Pengunduran diri massal yang disebut-sebut “mengikuti jejak Ahmad Ali” menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah pengurus inti daerah. Pernyataan resmi terkait motif lengkap di balik keputusan kolektif itu belum dijabarkan secara rinci oleh semua pihak yang mundur, namun nama-nama yang menyampaikan pengunduran diri jelas tercantum berdasarkan pengumuman internal yang beredar.
Meski terjadi dalam rentang waktu yang relatif singkat, pengunduran diri tersebut mencakup jabatan-jabatan kunci yang berkaitan dengan administrasi, keuangan, dan komunikasi. Keberangkatan beberapa pengurus dari posisi sekretariat, bidang keuangan, serta bidang media dan digital menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur pengurus DPW di tingkat provinsi.
Pernyataan Ferry Anwar
Salah satu pengundurkan diri yang terungkap disampaikan oleh Ferry Anwar. Menurut pernyataannya, “pengunduran dirinya dari kepengurusan DPW NasDem Sulteng didasari sejumlah pertimbangan.” Kalimat ini menjadi pernyataan resmi pertama yang dipublikasikan oleh salah satu pengunduran diri tersebut. Ferry tidak merinci lebih jauh macam pertimbangan yang dimaksud dalam pernyataannya yang disampaikan pada awal Agustus.
Keterangan singkat dari Ferry Anwar itu memberi gambaran bahwa keputusan mundur bukanlah tindakan tunggal, melainkan diambil setelah melalui pertimbangan tertentu. Namun tanpa penjelasan lebih jauh dari para pihak terkait, publik masih menunggu keterangan lanjutan yang dapat menjelaskan latar belakang keputusan kolektif ini secara mendetail.
Daftar Lengkap Pengurus yang Mundur
Berikut adalah nama-nama pengurus DPW NasDem Sulawesi Tengah yang menyatakan pengunduran diri sesuai keterangan yang beredar: Ferry Anwar (Sekretaris), M Fahruddin Yunus (Bendahara), Hadijah Hanamah (Bendahara Bidang Pengelolaan Dana dan Aset), Masrifan Ranroe Muchsen (Wakil Ketua Bidang Hubungan Legislatif), Viktor (Wakil Ketua Bidang Digital dan Siber), dan Salahudin (Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik). Keberadaan nama-nama ini sekaligus menunjukkan ruang lingkup pengunduran diri yang melingkupi berbagai fungsi organisasi.
Penjelasan resmi terkait proses administrasi pengunduran diri serta mekanisme pengisian jabatan yang ditinggalkan belum dipaparkan secara terbuka oleh pihak-pihak terkait pada saat pengumuman awal. Oleh karena itu, rincian berikutnya tentang prosedur internal dan langkah-langkah pengganti masih dinantikan.
Konsekuensi Organisasi di Tingkat Daerah
Pengunduran diri sejumlah pengurus inti tentu akan menuntut penyesuaian di lingkungan DPW NasDem Sulawesi Tengah. Jabatan-jabatan yang kosong berkaitan dengan administrasi, pengelolaan dana, serta komunikasi publik menjadi area yang harus segera ditata ulang agar organisasi tetap berjalan. Meski demikian, detail tentang bagaimana penataan ulang tersebut dilakukan belum tercantum dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan bersamaan dengan pengunduran diri.
Bagi publik dan para kader partai di tingkat daerah, momen ini menjadi titik perhatian terkait kesinambungan organisasi dan penempatan kembali tugas-tugas yang ditinggalkan. Sampai ada keterangan selanjutnya dari pihak-pihak berwenang di internal DPW, berbagai pertanyaan mengenai langkah administratif dan politis masih belum terjawab.
Peristiwa pengunduran diri massal ini, yang disebut mengikuti langkah Ahmad Ali, menandai perubahan dalam komposisi kepengurusan di Sulawesi Tengah. Para pihak yang mengundurkan diri telah menyampaikan niatnya; sekarang publik menunggu kelanjutan proses administratif dan penjelasan lebih rinci yang mungkin akan muncul dalam waktu dekat.






















